Silahkan Login

   

Halaman Berita Terbaru

Informasi Sekolah

PENYEMBELIHAN QURBAN DI SEKOLAH/MADRASAH: IMPELEMENTASI KURIKULUM 2013

 

Soleh, S.Ag.,MA*

 

Tanggal 12 September 2016, bertepatan dengan tanggal 10 bulan Dzulhijjah 1437 H. sebagai hari raya Idul Adha/Qurban bagi umat Islam termasuk Indonesia. Tanggal 10 Dzulhijjah dan juga hari tasyrik (11,12, dan 13)  sebagai hari qurban, yaitu hari untuk pemotongan hewan qurban tanpa terkecuali sekolah/madrasah juga melaksanakan pembelajaran pemotongan hewan qurban.  Penyembelihan hewan qurban yang dilakukan anak didik di sekolah atau madrasah merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran praktik.  Kompetensi siswa baik dalam teori (kognitif) maupun praktik (Phisikhomotor) harus seirama dan selaras, sehingga diharapkan anak didik bisa menguasai materi sekaligus membiasakan untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sebagai khalifah di muka bumi ini. 

Qurban merupakan salah satu bagian materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang diajarkan pada peserta didik yang beragama Islam. Kegiatan ini tidak bisa kita kenalkan kepada siswa hanya bersifat teorinya saja, namun harus dibarengi dengan praktik dan kegiatan pemotongan hewan qurban hanya bisa dikenalkan pada bulan idul qurban. Kegiatan ini juga mempunyai nilai tarbiyah atau pendidikan yang sangat tinggi, dimana sejak dini peserta didik dibiasakan menjadi hamba yang siap untuk deket dengan sang Khalik, berqurban, berbagi dan peduli kepada sesama muslim dan sesama manusia. Karena ibadah qurban mempunyai nilai dimensi ibadah kepada Allah juga mempunyai dimensi nilai sosial yakni berbagi dan peduli dengan yang lain.

Ada yang yang mencemaskan berkaitan dengan pelaksanaan pemotongan hewan qurban di sekolah/madrasah berdampak pada kebersihan dan penularan penyakit, maka alasan ini terlalu dibesarkan. Islam sejak awal menyatakan bahwa “kebersihan menjadi bagian dari iman”. Termasuk syarat mutlak dalam berqurban yaitu hewan yang akan diqurban harus sehat, tidak cacat dan memenuhi syarat umur untuk  qurban. Dengan syarat mutlak inilah kehawatiran yang dirisaukan, Insya Allah tidak akan terjadi baik dari kebersihan lingkungan maupun menularnya diakibatkan darah hewan qurban (zoonosis).  

Penguasaan ranah kognitif dan praktik adalah sebuah tuntutan yang harus dimiliki pada setiap anak didik, jangan sampai anak didik mahir dalam teori namun gagap dalam amaliyah atau praktik. Hal ini yang menjadi amanah dari Permen Kemendikbud No. 59 Tahun  2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah  Atas / Madrasah  Aliyah  yang menjadikan Kompetensi Inti, dan Kompetensi Dasar sebagai acuan dalam tujuan pembelajaran.  Kompetensi Inti sebagaimana dimaksud pada  ayat (1) terdiri atas: Kompetensi Inti sikap spiritual; Kompetensi Inti sikap sosial; Kompetensi Inti pengetahuan; dan KompetensiInti keterampilan. Ke-empat Kompetensi Inti ini yang harus dimiliki oleh setiap individu anak didik.

 

 

Dimensi Ibadah,

Pemotongan hewan Qurban yang dilakukan oleh anak didik di sekolah sebagai pengejawantahan pembelajaran KI sikap spritual sebagai anak didik yang beragama Islam. Sejak dini dikenalkan dan ditanamkan nilai-nilai ibadah, baik di lingkungan tempat tinggal, masyarakat, ataupun di lingkungan sekolah, termasuk ibadah qurban walaupun masih tahapan pembelajaran dan pengenalan penyembelihan hewan qurban,  dengan donasi patungan dari anak didik dengan sukarela untuk membeli hewan qurban, karena pada dasarnya anak didik belum mempunyai kewajiban untuk melakaukan ibadah Qurban.  Kurban sebagai bentuk ibadah kepada Allah swt. dimana pengertian  Qurban adalah berasal dari kata  قرب   يقرب   قربانا Qarraba –yaqrabu qurbanan ; yang artinya dekat.  Sedang menurut istilah menyembelih binatang ternak dengan maksud semata-mata mendekatkan diri kepada Allah swt.

Qurban yang telah dilakukan Nabi Allah Ibrahim as. atas perintah Allah swt untuk menyembelih anak semata wayangnya Nabi Ismail as.  Nabi Ibrahim as telah melakukan qurban tersebut semata-mata karena perintah Allah swt. Perintah berqurban sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam.  Hal ini bisa kita lihat perintah ibadah kurban dalam al-Qur’an dibarengi dengan perintah mendirikan sholat, sehingga kewajiban berqurban menjadi perintah kepada siapa saja yang telah mendirikan shalat diperintahkan untuk melakukan ibadah quraban, sebagaimana firman Allah swt. dalam QS. Al-Kautsar ayat 2 : Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah”. Perintah qurban juga menjadi kewajiban bagi orang muslim yang berkecukupan dalam kehidupannya, sebagaimana hadis Nabi yang artinya : “Barang siapa yang mempunyai kekayaan dan tidak berqurban maka jangan sekali-kali mendekati masjid kami (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)”. Dengan demikian diharapkan kepada anak didik tertanam pada jiwa raganya  naluri untuk selalu berkurban dan selalu mendekatkan diri kepada Allah swt dimana, kapan saja dan dalam kondisi apapun.

 

Menyayangi Hewan

Islam agama rahmatan lil alamin, menjadi rahmat bagi semua makhluk, tidak terbatas pada sesama manusia yang seagama, namun juga yang berbeda keyakinan, bahkan terhadap tumbuhan dan hewan pun dituntut untuk bersikap “humanis”, harus bersikap menyanyangi, dan peduli. Islam melarang keras terhadap umatnya untuk menyakiti,  menganiaya dan merusak. Begitu juga kasih sayang kepada hewan harus diperlakukan dengan baik, baik  hewan yang halal di makan maupun tidak. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi  :“ Allah melaknat orang yang menyiksa  hewan dan memperlakukannya denga sadis” (HR. Bukhori Muslim).  Karena pada dasarnya hewan juga makhluk Allah swt yang perlu kita jaga kelestariannya. Allah menyatakan bahwa apa yang Allah swt. ciptakan di alam ini tidak ada yang sia-sia sebagaimana firman Allah swt dalam Surat Ali Imron ayat 191 : ...“Ya Tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia”...

Islam  menegaskan dalam berqurban, hewan qurban harus memenuhi cukup umur, misalnya domba atau kambing sudah berumur satu tahun, sapi atau kerbau harus sudah berumur dari dua tahun. Persyaratan inilah salah satu bentuk kasih sayang terhadap binatang atau hewan. Dengan demikian pertumbuhan dan berkembangbiakan hewan tetap terjaga dan lestari dalam alam ini.

Menyayangi hewan dan menghewankan hewan dalam penyembelihan qurban menjadi syarat mutlak dalam penyembelihan qurban,  agar tidak termasuk katagori menyakiti/menganiaya hewan. Diantaranya dalam menyembelih hewan qurban harus menggunakan pisau/golok  yang tajam dan memotong dua urat yang ada di kiri dan kanan leher agar cepat mati, tetapi jangan putus lehernya (makruh). Sebelumnya hewan harus direbahkan dengan mengikat keempat kakinya, agar dalam pemotongan lebih mudah dan aman. Disunahkan   hewan qurban dihadapkan ke kiblat dan diawali dengan niat untuk memotong hewan qurban dengan membaca doa,  bershalawat atas nabi dan bertakbir serta disunahkan agar disaksikan oleh orang yang berqurban dan juga jamah masjid atau mushola. Karena ibadah qurban adalah ibadah yang harus disyiarkan kepada yang lainnya. Untuk menjaga kebersihan khusunya darah penyembelihan qurban, maka dibuatlah lubang denagan menggali tanah sebagai penampungan darah hewan qurban agar tidak berceceran. Setelah  selesai pemotongan langsung lubang tersebut ditutup kembali dengan tanah sehingga kehawatiran penularan penyakit (zoonosis) tidak akan terjadi.

 

Dimensi Sosial

Qurban merupakan ibadah mahdhah dan juga ghairu mahdhah yaitu mempunyai dimensi sosial. Dimensi sosial disini adalah tertanamnya nilai kepedulian, antar sesama muslim dan juga antar umat manusia. Umat Islam sehabis melakukan shalat sunah idhul adha sampai hari tasyrik (11,12 dan 13) bulan Dzulhijjah bagi yang mempunyai kelebihan rizki untuk melakukan qurban dengan memotong seekor kambing atau seekor sapi/kerbau untuk tujuh orang yang berqurban dan dagingnya didistribusikan kepada sesama muslim atau sesama umat manusia. Disrtribusi daging qurban tidak mengenal golongan (asnap) seperti dalam pembagian zakat bahkan dibolehkan untuk membagikan daging qurban kepada non muslim asal bukan non muslim harbi..

Kepedulian sosial menjadi salah satu tujuan utama dalam berqurban.  Nilai-nilai kepedulian sosial, baik sesama umat islam maupun antar sesama umat manusia sudah seharusnya di tanamkan pada diri umat Islam, tak terkecuali pada anak usia sekolah, agar terbiasa dalam kehidupannya,  menjadi umat yang terbiasa berkorban,  peduli, dan peka terhadap sekitarnya. Seperti ungkapan “bisa karena terbiasa”.  Jadi tidak ada yang salah dalam penyembelihan qurban di sekolah/madrasah karena itu sebagai praktikum pembelajaran qurban sebagai implementasi kurikulum 2013, bahkan lebih dari itu merupakan kewajiban umat Islam untuk selalu beribadah, berkorban, sikap menyanyangi hewan dan kepedulian sosial serta diharapkan menjadi umat yang mempunyai jiwa “rahmatan lil alamin”. Wallahu ‘Alam bis Shawab.

 

*Guru PAI dan Budi Pekerti SMAN 11 Jakarta, PNS DPK Kemenag Jakarta Timur

  Wakil Bendahara LP Ma’arif NU Pusat Periode 2015-2020

Tentang Kami

SMA Negeri 11 Jakarta adalah salah satu satuan pendidikan yang berlokasi di wilayah kecamatan Cakung, Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta saat ini sudah menerapkan pembelajaran berbasis Kurikulum 2013, dimana proses peningkatan mutu lulusan peserta didik menjadi prioritas/target sekolah, sehingga kami mengedepankan pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap/minat peserta didik ...

Hubungi Kami

SMAN 11 Jakarta
Jl. P. Komarudin I, Komplek Pendidikan Pulo Gebang Cakung
Jakarta Timur, DKI Jakarta
Telp : (021) 4802080
Fax : (021) 4807593
Email : admin@sman11-jkt.sch.id
Website : http://sman11jakarta.sch.id